Follow by Email

Senin, 20 Maret 2017

BAUT MOTOR

Baut ( sekrup)  memiliki dua alur yang berbeda. Umumnya baut dipererat dengan memutar searah jarum jam (ke kanan). Tapi dalam kasus tertentu ada juga baut yang dipererat dengan cara diputar kekiri. Contoh baut pada pedal sepeda bagian kiri. Baut paling sering digunakan pada industry kendaraan bermotor. Banyak sekali komponen yang dibuat terpisah dan disatukan kembali menggunakan baut dan mur pada kendaraan bermotor. Baut motor sendiri sangat beragam. Ada yang disebut baut body, baut as depan, as belakang, baut cakram, baut dasi, baut tap oli, baut keteng, baut caliper, baut manipul, wah… pokoknya banyak. Jadi kalau kita perlu baut buat motor, sebaiknya datang dulu ke bengkel dan tanyakan baut apa yang diperlukan. Bentuk dan besarnya saja berbeda-beda. Misal baut body untuk motor grand adalah M 6 x 15, yang artinya baut tersebut memiliki diameter 6 mm dengan panjang 15 mm. Sementara baut body untuk motor supra adalah M 6 x 17, yang artinya baut tersebut memiliki diameter 6 mm dengan panjang 17 mm. Baut bodi juga ada 2 macam. Ada yang separuh drat dan sisanya kosong tanpa drat, ada pula yang seluruhnya drat sampai kepala tergantung kegunaan baut tersebut. Lebih tepatnya bisa dilihat pada gambar berikut:
   



Untuk baut yang lain dengan kegunaan yang beragam juga memiliki bentuk yang berbeda. Kenapa panjang baut harus sesuai? Kalau baut yang kita pasang kepanjangan tentu saja belakangnya bisa mentok ke material yang lain.  Sebaliknya kalau kependekan yaaa… jadinya gak pas kan?
Ada lagi baut yang paling umum untuk motor Yamaha dan Honda. Dikenal dengan nama baut klip batok. Baut ini memiliki ring berbentuk kotak yang terbuat dari plat. Lebih jelasnya kita bisa lihat gambar dibawah ini: